AI Agents

Yang Dibangun di Workshop Building AI Employees

Lihat hasil kerja yang ditargetkan dalam workshop: satu blueprint Meeting Operations Agent dengan batas dan alur pemeriksaan yang jelas.

A
AI Builders ID

AI Builders Editorial

6 menit bacaDiperbarui 18 Agustus 2026
Miniature workshop participants assembling a complete AI employee workflow from trigger to output.

Yang Dibangun di Workshop Building AI Employees

Yang dibangun di workshop ini bukan prompt panjang dan bukan agent serba bisa. Kita mulai dari satu pekerjaan yang batasnya belum tentu clear.

Pekerjaan itu lalu dibedah: apa outcome-nya, kapan workflow dimulai, context apa yang boleh dipakai, tool mana yang dibutuhkan, action apa yang harus menunggu manusia, dan kondisi apa yang membuat hasilnya pass atau fail.

Meeting Operations Agent menjadi laboratorium praktiknya. Targetnya bukan membuat template universal untuk semua meeting, melainkan menunjukkan bagaimana pekerjaan bisnis diterjemahkan menjadi blueprint AI Agent yang bisa diuji dan dikontrol.

Sesi berlangsung Sabtu, 5 September 2026, pukul 08.30-11.00 WIB via Zoom.

Dari Ekspektasi Kabur ke Outcome yang Bisa Diperiksa

Permintaan seperti “bantu urus pekerjaan setelah meeting” masih terlalu luas.

Apakah agent hanya membuat summary? Apakah ia memisahkan keputusan dan action items? Apakah ia boleh membuat Calendar event? Siapa yang menentukan PIC dan deadline? Kapan hasil boleh dikirim ke grup?

Kalau pertanyaan itu belum dijawab, prompt panjang hanya menyembunyikan ambiguity.

Di workshop, pekerjaan diubah menjadi komponen yang lebih konkret. Peserta akan melihat cara mendefinisikan trigger, input, langkah kerja, tools, approval, output, error condition, serta success criteria. Keputusan tersebut menjadi batas desain sebelum implementasi.

Framework D.E.L.E.G.A.S.I. dipakai sebagai canvas untuk membantu prosesnya: Define, Event, Load, Execute, Give Tools, Approval, Success, dan Improve.

Canvas bukan formula magic. Ia membantu memastikan bagian penting tidak hilang ketika ide berpindah dari kepala ke workflow.

Blueprint Meeting Operations Agent

Contoh workshop berangkat dari pekerjaan setelah meeting. Target flow yang direncanakan mencakup:

  1. menerima informasi meeting yang sudah dikonfirmasi;
  2. membuat atau memakai event Google Calendar sesuai data yang tersedia;
  3. membaca sample meeting notes dari Fathom;
  4. menyusun summary, keputusan, dan action items;
  5. membuat mind map;
  6. menampilkan preview untuk human approval;
  7. mengirim hasil yang sudah disetujui ke Telegram;
  8. serta menyimpan memory secara selektif.

Urutan ini masih merupakan target implementasi dan demo workshop. Ia tidak boleh dibaca sebagai klaim bahwa flow sudah terbukti di production atau akan berjalan identik pada setiap environment peserta.

Setiap langkah membawa keputusan desain. Calendar tidak boleh dibuat dari tanggal ambigu. Deadline tidak boleh dikarang agar tabel terlihat lengkap. Telegram tidak boleh menerima hasil sebelum approval. Memory juga tidak boleh menyimpan semua data tanpa tujuan retrieval yang jelas.

Profile, Instructions, Skills, Memory, Tools, dan Guardrails

Setelah blueprint cukup clear, workflow diterjemahkan ke komponen agent.

Profile dan context menjelaskan role serta ruang kerja. Instructions mengatur urutan dan rule. Skills membungkus prosedur yang perlu dilakukan secara konsisten. Memory dipilih berdasarkan kebutuhan recall. Tools memberi kemampuan untuk membaca atau bertindak. Guardrails membatasi action dan menentukan kapan agent harus berhenti.

Hermes dipakai sebagai lab praktik untuk melihat penerjemahan tersebut. Metode desainnya tetap dapat dibawa ke platform lain, meskipun interface, fitur, setup, dan cara implementasinya bisa berbeda.

Workshop tidak menjanjikan bahwa semua platform setara atau satu konfigurasi bisa dipindahkan tanpa adjustment. Yang transferable adalah pertanyaan desainnya: pekerjaan apa, context apa, akses apa, approval di mana, dan bagaimana hasil diuji.

Human Approval Bukan Tombol Pajangan

Approval perlu ditempatkan sebelum action yang konsekuensinya keluar dari ruang draft.

Dalam target flow, agent menampilkan preview summary dan action plan sebelum mengirim ke Telegram. Reviewer dapat melihat missing information, memperbaiki PIC atau deadline, serta menolak pengiriman.

Workflow juga perlu mendefinisikan apa yang terjadi setelah penolakan. Apakah agent kembali membuat draft? Apakah perubahan reviewer dicatat? Apakah action dibatalkan sepenuhnya?

Tanpa rule tersebut, approval hanya menjadi step visual yang belum tentu mengontrol tindakan.

Peserta akan membahas cara membedakan read access, draft creation, dan external action. Batasnya mengikuti risiko. Membaca sample notes tidak sama dengan mengirim pesan ke grup. Membuat preview Calendar event tidak sama dengan menyimpan event final.

Error Handling Masuk Sejak Desain

Demo yang hanya memakai kondisi ideal tidak cukup untuk menjelaskan alur kerja.

Bagaimana kalau deadline tidak tersedia? Bagaimana kalau PIC belum jelas? Bagaimana kalau notes tidak bisa dibaca? Bagaimana kalau pengiriman Telegram gagal setelah draft selesai?

Agent perlu punya respons yang dirancang: meminta klarifikasi, memberi label Belum ditentukan, menyimpan draft, melaporkan error, menawarkan retry, atau berhenti sebelum action tertentu.

Workshop akan menggunakan kondisi seperti ini untuk melihat apakah workflow tahu kapan harus lanjut dan kapan harus menyerahkan keputusan ke manusia. Fokusnya bukan membuat agent terlihat selalu berhasil. Fokusnya membuat failure terlihat dan dapat ditangani.

Evaluation Menutup Loop

Setelah flow dibangun, output dan behavior perlu diuji terhadap success criteria.

Untuk Meeting Operations Agent, evaluation dapat memeriksa apakah keputusan terpisah dari diskusi umum, action items berasal dari notes, PIC dan deadline tersedia atau diberi label, serta output menunggu approval sebelum dikirim.

Tool failure dan missing input juga perlu diuji. Summary yang rapi belum cukup jika agent menggunakan sumber salah atau melakukan broadcast tanpa izin.

Hasil evaluasi kemudian dipakai untuk memperbaiki instruction, context, tool, permission, atau approval flow. Inilah bagian Improve: bukan menambah prompt secara acak, tetapi mengubah komponen berdasarkan failure yang ditemukan.

Materi dan Persiapan

Instalasi direncanakan melalui materi pre-recorded agar sesi live dapat fokus pada keputusan desain. Materinya mencakup setup Hermes, pilihan provider, hermes doctor, dan troubleshooting awal.

Peserta juga dijadwalkan memperoleh rekaman, canvas D.E.L.E.G.A.S.I., contoh Meeting Operations Agent, prompt, checklist permission, checklist evaluation, dan materi pendukung sesuai scope kelas.

Materi tersebut membantu peserta mengulang proses setelah sesi. Namun, hasil implementasi di environment masing-masing tetap bergantung pada platform, credential, provider, data, permission, dan use case yang dipilih.

Apa yang Bisa Dibawa ke Use Case Lain

Meeting Operations Agent adalah contoh lengkap, bukan template universal.

Kalau use case berpindah ke layanan pelanggan, recruitment, sales, finance, marketing, atau product feedback, sumber data dan risikonya berubah. Approval yang cukup untuk summary internal mungkin tidak cukup untuk refund atau komunikasi pelanggan. Success criteria juga harus ditulis ulang.

Yang tetap relevan adalah metode membedah pekerjaan sebelum memberi tools. Peserta dapat memakai canvas yang sama untuk bertanya: outcome apa yang diinginkan, event apa yang memulai flow, context apa yang valid, action mana yang berisiko, dan bagaimana failure ditangani.

Workshop Building AI Employees dirancang untuk orang yang ingin melewati fase “coba prompt” dan mulai menyusun workflow dengan boundary yang eksplisit.

Kalau lo mau ikut membangun blueprint dan melihat target demo-nya diterjemahkan ke Hermes, detail pendaftaran resmi ada di sini:

https://goakal.com/ai-builders-id/building-ai-employees

Yang dibawa pulang bukan janji bahwa satu agent langsung siap mengambil semua pekerjaan. Yang dibangun adalah cara membatasi satu pekerjaan, memberi akses secara sadar, lalu menguji apakah alurnya benar-benar melakukan hal yang diminta.

Lanjut eksplorasi